Imbas Unggah Poster Jokowi Jadi Badarawuhi Film KKN Desa Penari, BEM Universitas Andalas Dipanggil Polisi

Kamis 23-06-2022 / 17:27 WIB


Imbas Unggah Poster Jokowi Jadi Badarawuhi Film KKN Desa Penari, BEM Universitas Andalas Dipanggil Polisi

SINERGIANEWS.com - Buntut panjang unggahan poster Presiden Jokowi dan Puan di Instagram mebuat BEM Universitas Andalas harus jalani pemeriksaan polisi.

Setianto menyampaikan bahwa pada 15 Juni yang lalu Presiden BEM Unand Arsyadi Walady sudah jalani pemeriksaan terkait kasus tersebut.


Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto sebagai Kepala Bidang Humas Polda Sumbar menegaskan bahwa panggilan dilakukan karena dugaan pelanggaran UU ITE.

Baca juga: Aktivis Malari Kritisi Perintah Panggil BEM Unand Usai Kasus Poster Jokowi: Demokrasi Telah Mati

Baca juga: Kritisi BEM Unand Dipanggil Polisi Atas Dugaa UU ITE, Dokter Eva: Tidak Mungkin Merdeka Negeri Ini


Baca juga: Kronologi Kasus BEM KM Unand Terjegal Polisi Setelah Unggah Dugaan Penghinaan Jokwoi dan Puan, Kena Pasal UU ITE?

Hari ini dan Jumat akan dilakukan panggilan ulang pada pengurus BEM Unand. Terkait kasus tersebut, saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Maka, dilaksanakan pemanggilan pada pengurus BEM Unand untuk jalani pemeriksaan dan klarifikasi.

Setelah pengesahan Revisi Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan atau UU PPP, BEM Uand dipanggil.

Mereka dipanggil pada 25 Mei 2022 yang lalu. Halaman pertama unggahan poster nampak wajah Presiden Jokowi.

"KKN, Kegagapan, Kegagalan dan Ngeyelnya Pemerintah Indonesia," terang unggahan tersebut.

Kemudian unggahan berisi infografis tanggapan BEM Unand terkait pengesahan UU PPP. Tindakan tersebut menampakkan sebagai bentuk penolakan oleh BEM KM Unand tentang UU PPP

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat mengunggah poster Presiden Jokowi bersama dengan Puan maharani seperti film KKN di Desa Penari.

Baca juga: Diduga Langgar UU ITE Pasang Poster Protes Foto Jokowi-Puan, BEM Universitas Andalas Unand Berikan Permohonan Maaf dan Klarifikasi, Ngaku Ditekan?

Aksi tersebut berujung panggilan polisi karena diduga lakukan pelanggaran UU ITE.

Pihak Polda Sumatera Barat (Sumbar) memanggil pengurus BEM Unand terkait postingan tersebut.

"Benar, kita sudah melakukan pemanggilan kepada pengurus BEM Unand terkait unggahan poster presiden," terang Stefanus dilansir dari Kompas.com (23/06/2022).

.***

Sumber:


BERITA TERKAIT


adpl1